1. SUANGGI ( copas dai blognya http://tootyee.tblog.com )
Mitos, mistik dan legenda masyarakat Bajawa, Nagekeo, dan Ende. Suanggi. Mendengarnya saja, setiap orang akan bergidig. Apalagi bagi sesiapa yang pernah mengalami kejadian aneh di malam hari. Semua masyarakat rasanya tidak ada yang tidak percaya pada hal yang satu itu. Kalau Bajawa, Nagekeo, dan Ende mengenalnya dengan kata suanggi, Bali menyebutnya leak dan Ambon menyebutnya jiwa dari bambu gila. Jangan mengira di era serba canggih ini suanggi hilang ditelan komputerisasi, justru sebaliknya, semakin santer dan semakin menakutkan. Apa itu suanggi?
Suanggi adalah, ilmu hitam yang dipelajari manusia agar dapat memiliki kekuatan melebihi manusia lainnya. Untuk apa? Berbagai alasan menjawabnya. untuk membalas iri dengki yang tak terbalaskan secara nyata. Bukankah hal-hal jelek selalu muncul setelah iri dengki datang? Sakit hati yang melampaui batas. Dan satu lagi, manusia itu tidak percaya takdir dan tidak sanggup menerima kenyataan hidupnya, tidak sanggup menerima realita yang ada di depan matanya. Dari mana datangnya suanggi?
Turun temurun! Suanggi atau ilmu hitam itu diturunkan dari nenek kepada ibu, dari ibu kepada anaknya. Turun temurun. Jadi, apabila dalam satu keluarga tlah ada yang memegang ilmu hitam *maaf* biadab itu, maka tidak bisa dipungkiri anak cucu berengke akan kecipratan. Secara sadar atau tidak sadar. Bagaimana jika kita misalnya sebagai anak tidak menginginkan ilmu hitam itu? Ketidaksengajaan akan menyebabkan dia memilikinya. Kesengajaan akan menyebabkan dia semakin haus *darah*. Darah?
Dalam arti, nyawa. Orang yang mempraktekkan ilmu setan ini kalau tidak bikin sakit ya mati. Mengerikan ya? Tapi itulah kenyataannya. Seperti kata pepatah "sekali membunuh, akan ketagihan untuk terus membunuh...". Karena semakin banyak nyawa yang hilang di'tangannya' maka semakin kuat ilmu suangginya. Dua cara kerja suanggi. Menyantet orang dengan jampi-jampi atau arwahnya keluar dari badan menyatroni bumi ...
Pernah liat suanggi? ... saat masih sd. Sekolah Dasar yang letaknya terpencil di tengah hutan kemiri. Bayangkan, di siang bolong .. seorang ine (ibu-red) tergantung di pohon kaki ke atas kepala ke bawah. Rambut tergerai menutupi wajah, mengerikan sekali. Kata orang-orang dewasa saat itu, itu namanya suanggi kesiangan. Tau artinya? Para suanggi yang malam harinya gentayangan cari mangsa, kadang dikerjain sama manusia normal. Misalnya diburu atau yang bersangkutan dijaga terus biar si suanggi tidak bisa pulang. Suanggi kesiangan juga dialami mereka yang baru belajar ilmu ginian. Kata orang-orang, itu salah baca mantra! Sehingga, lupa jalan buat kembali ke rumahnya, ke bentuk kasarnya (tubuh). Kadang ada suami / istri yang tidak mempercayai omongan orang kalau pasangan hidupnya itu ternyata suanggi. Untuk membuktikannya, tengah malam mereka memperhatikan posisi tidur istri/suaminya, kalau tidak bergerak-gerak seperti orang mati, itu artinya apa yang diomongin orang benar. Nah, kalau dalam posisi begitu, salah satu tangannya dipindah posisi, atau kakinya dipindah posisi, maka akan ada lagi suanggi kesiangan! Karena umumnya, mereka tidak mengenali lagi tubuh mereka sendiri bila posisi tidurnya berubah dari saat arwah mereka meninggalkan tubuh. Akibatnya?
Mereka panik dan kemudian masuk ke tubuh-tubuh lain. Orang lain yang dirasuki suanggi itu dinamai 'kesiana'. Istilah umumnya kerasukan. Orang itu kemudian akan jatuh sakit, bertingkah aneh dan meracau sembarangan. Bagi yang suka ngerjain suanggi dan kuat secara mental, mereka akan mengikat orang yang kesiana, kemudian bertanya macam-macam. Disini biasanya akan ketahuan .. oh .. ternyata si 'dia' suanggi. Namun, hal itu kemudian dibiarkan saja, karena tidak ada hukum tertulis mengenainya. Si suanggi kemudian hari akan malu bertemu orang yang telah menanyainya itu dan menghindari orang tersebut. Adakah cara mengatasinya?
Pasti ada! Tuhan! Percaya pada Tuhan, percaya pada do'a-do'anya. Setiap yang jahat akan mati oleh kebaikan. Setiap mantra akan 'hambar' oleh do'a. Percaya atau tidak, suanggi tetap ada di sekeliling kita. Mengawasi kita dan menghancurkan hidup sesiapa yang tipis imannya. Mempermainkan orang yang takut padanya. Semakin kita takut, semakin berjaya mereka. Semakin kita kuat, semakin menjauh mereka. Berhati-hatilah pada orang yang suka berkomat kamit sendiri saat berbicara dengan kita. Tantang matanya dengan do'a di dalam hati. Itu kunci mengalahkan suanggi.
2. MATA POLO
Namun dengan seiringnya jaman si MATA POLO kian hilang di telan waktu...dengan kata lain kalah bersaing dengan android..hehehe..mungkin karena sudah banyaknya lampu rumah bahkan lampu jalan mereka semakin hilang karna kalah persaingan dengan berbagai merk lampu yang cahayanya hampir mirip MATA POLO..tapi pesen saya buat temen"....si MATA POLO ini kadang-kadang sering muncul, kata nenek saya kalo emang rejeki untuk ketemuan jangan segan" untuk menangkap si MATA POLO tadi dengan menggunakan Bambu, lalu di masukin kedalamnya (butuh keberanian dan skill khusus )..di jamin keesokan harinya si pemilik MATA POLO tadi akan mencari atau kerumah anda untuk meminta kembali hak miliknya..yang jelas mereka pastinya akan malu,karna ketahuan menggunakan ilmu hitam/black magic...:)Pasti Teman'' dari bajawa sangat familiar dengan nama ini...sejenis suanggi tapi wujudnya seperti benda bulat yang memiliki cahaya, yang awalnya sebesar kunang -kunang tapi makin lama semakin besar, seperti lampu philips 100 watt...bisa terbang/melayang layaknya UFO...hehehe..konon benda ini muncul hanya pada saat tertentu saja contohnya jika ada kematian atau ada warga yang mungkin sedang mengalami sakrat maut benda ini akan bergentayangan kesana kemari seperti menanti kematian dari orang tersebut..dan anehnya dulu sangat banyak dan suka muncul di areal pemakaman berterbangan kesana kemari..layaknya bola api yang sedang berjalan...tidak ada ilmu pelajaran yang menjelaskan benda tersebut.
3.IBHU NGIU ( Kurcaci )
cerita ini pasti sering di dengar oleh anak-anak yang suka keluyuran pada sore hari bahkan malam hari hari. Hal itu dilakukan oleh orang tuanya karna dengan alasan agar anknya tidak suka keluyuran karna takut di tangkap oleh si Ibhu Ngiu tadi. Menurut cerita Nenek Ibhu Ngiu memiliki fisik yang kerdil ( Mirip manusia HOBIT di film The Lord Of The Ring ), wajahnya jelek dan menyeramkan, gigi bertaring, mata merah dan suka menangkap anak kecil. Si ibhu Ngiu ini Sering Muncul pada saat Kabut tebal Mulai bermunculan,Mungkin karena kondisi kerdilNya dia memanfaatkan moment kabut Tebal untuk menyelinap dan mengendap dalam melakukan aksinya.Sayangnya sosok si Ibhu Ngiu Ini cuman didengar lewat cerita" nenek, tapi beberapa Tahun lalu, Arkeolog Mike Morwood asal Australia, menemukan spesies baru manusia kerdil atau dijuluki Hobbit (Homo floresiensis) di Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesi...Mungkin ini adalah titik terang untuk menjelaskan sosok si Ibhu Ngiu tadi..:)
4. POLO NGAOKata POLO sendiri mengandung arti yang sama seperti SETAN atau IBLIS atau DEVIL... tapi yang Membuat saya bingung adalah dengan penambahan kata NGAO..Arti kata NGAO sendiri dalam kamus Bahasa Bajawa, NGAO adalah HIJAU, jadi kalo di artikan secara Harafia POLO NGAO artinya SETAN HIJAU, tapi si Setan Hijau Ini Susah di jelaskan keberadaannya...jangan" istilah KOLOR HIJAU mirip Dengan POLO NGAO???Rata - rata istilah nama ini muncul karena cerita yang turun temurun dari para leluhur kepada para cucunya, hingga sampai saat ini masih terdengar di telinga para anak"..khususnya anak yang berada di desa - desa..POLO NGAO sendiri memeliki TUGAS dan kewajiban sama seperti SUANGGI dan sedikit Mirip MATA POLO(Kata NENEK..:)..
5. RU'U ( Sejenis Ilmu Guna - Guna )
Ru'U tidak seperti SUANGGI, MATA POLO, IBHU NGIU dll. Ru’U dipercaya dapat mendatangkan bahaya penyakit bagi yang melanggarnya. Ru’U merupakan larangan dari seseorang terhadap kebun atau pohon buah-buahan seperti mangga, jeruk, nangka, pisang, bahkan Lombok. Bagi orang yang mengambil /memetik atau memungut buah-buahan dari pohon yang sudah diberi tanda atau ru’u akan terkena penyakit. Ru’u, berupa tanda yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan atau kulit binatang, digantung pada pohon. Tanda ini memberi peringatan atau larangan kepada siapapun agar tidak boleh mengambil apapun yang ada dipohon itu atau di sekitar pohon tersebut.
Sebelum memasang ru’u atau menggantung tanda pada pohon, diawali dengan pembacaan mantra dengan menyeburkan sirih pinang ke pohon, baru menggantung ru’u.
Ru’u baru diangkat atau diturunkan dari pohon, setelah buah-buahan matang atau siap dipanen. Menurunkan ru’u pun harus dengan penarikan mantra yang telah disembur sebelumnya. Tentu dilakukan oleh yang memasang ru’u.
Jika tanda ru’u itu jatuh, karena angin atau sesuatu hal lainnya, sebelum buah-buahan ranum atau matang, maka orang yang memasang ru’u itulah yang harus dipanggil untuk memasang kembali. Kalau buah-buahan jatuh, maka buah itu tidak boleh diambil.
Ada bermacam-macam ru’u. Yang dipaparkan ini hanya yang saya tahu.
1. Ru’u bekicot. Ru’u ini dipercaya punya magis yang dapat merusak mata atau terkena penyakit mata bagi orang yang mengambil buah-buahan atau apapun pada pohon atau kebun yang telah diberi tanda / digantung bekicot.
2. Ru’u alang-alang digulung. Ru’u ini dipercaya dapat menyebabkan sakit telinga bagian dalam.
3. Ru’u cecak dapat terjadi sakit ayan.
4. Ru’u TBC.
5. Ru’u badan gatal-gatal.
6. Ru’u penyakit kusta.
7. Ru’u bisul seluruh badan.
8. Ru’u buah pelir menghilang
9. Ru’u buah pelir membesar
Orang yang terkena ru’u, harus memanggil orang yang tahu penawarnya jika ingin sembuh. Untuk satu jenis ru’u ada berbagai macam inti penawar. Kalau seseorang yang terkena ru’u, dan sudah meminta bantuan orang yang tahu inti penawarnya tetapi belum juga sembuh, maka harus dicari orang lain yang juga tahu dengan inti penawarnya yang berbeda.